SENJATA TAJAM

1.Kapak

Kapak (atau kadang disebut dengan kampak) adalah sebuah alat yang biasanya terbuat dari logam, bermata yang diikat pada sebuah tangkai, biasanya dari kayu. Kapak adalah salah satu alat manusia yang sudah sangat tua usianya, sama umurnya dengan saat manusia pertama kali membuat alat dari batu dan kayu.

Sebuah kapak

Zaman dahulu kapak dibuat dari batu pada zaman batu dan pada zaman besi lalu dibuat dari besi. Kapak sangat berguna dan penggunaannya cukup luas dimulai dari sebagai perkakas pemotong kayu sampai sebagai aenjata perang.

2.Katana

Katana (刀) adalah pedang panjang Jepang (daitō, 大刀), walaupun di Jepang sendiri ini merujuk pada semua jenis pedang. Katana adalah kunyomi (sebutan Jepang) dari bentuk kanji 刀; sedangkan onyomi (sebutan Hanzi) karakter kanji tersebut adalah tō. Ia merujuk kepada pedang satu mata, melengkung yang khusus yang secara tradisi digunakan oleh samurai Jepang.

Katana biasanya dipasangkan dengan wakizashi atau shōtō, bentuknya mirip tapi dibuat lebih pendek, keduanya dipakai aleh anggota kelas ksatria. Kedua senjata dipakai bersama-sama disebut daishō, dan mewakili kekuatan sosial dan kehormatan pribadi samurai. Pedang panjang dipakai untuk pertempuran terbuka, sementara yang lebih pendek dipakai sebagai senjata sampingan (side arm), lebih cocok untuk menikam, pertempuran jarak dekat, dan seppuku (suatu bentuk ritual bunuh diri).

Katana (刀 ?)
Sabre-seconde-guerre-mondiale-p1000712.jpg
Sebilah katana “Type 94”, era Perang Dunia II.
Tipe Pedang
Negara asal Jepang
Sejarah produksi
Diproduksi Zaman Muromachi (1392–1573) sampai sekarang
Spesifikasi
Panjang bilah Sekitar 60–73 cm (23.6–28.7 inci)

Katana terutama digunakan untuk memotong,dan diutamakan dipakai dengan dua pegangan tangan. Berbeda dengan kebanyakan pedang dari negara manapun, Katana memiliki cara peletakan yang berbeda pada pinggul pemakainya, tidak seperti pedang lain yang menyandang pedang dengan mata pedang mengarah ke bawah, katana justru sebaliknya, mata pedangnya mengarah ke atas, ini dimaksud untuk mempermudah seorang samurai dalam melakukan aktivitasnya, termasuk sumpah darah, cukup dengan menarik sedikit saja gagang pedang dan menggoreskan ibu jari pada mata pedang. Sementara seni praktis penggunaan pedang untuk tujuannya semula telah usang, kenjutsu dan laijutsu beralih menjadi seni beladiri modern.

Pedang Jepang yang asli sekarang ini adalah barang yang langka, walaupun yang benar-benar antik dapat diperoleh dengan harga yang sangat mahal. Katana dan wakizashi modern hanya dibuat oleh sedikit praktisi berlisensi yang masih membuat kerajinan senjata ini sekarang, meskipun katana “Type 98” juga langka.

3.Gladius

Gladius adalah pedang dalam Bahasa Latin. Saat ini biasanya merujuk pada pedang pendek Romawi yang digunakan sebagai senjata standar oleh prajurit Legiun Romawi sejak abad ketiga Masehi. Terdapat tiga desain yang saat ini banyak direka ulang, desain tersebut yaitu Mainz, Fulham, dan Pompeii (merujuk pada tempat atau bagaimana contoh historis didapatkan). Gladius dirancang untuk melakukan tusukan yang kuat dan mematikan. Berbeda dengan kepercayaan umum gladiator tidak menggunakan gladius.

Gladius dibuat dari besi lunak dan dikeraskan dengan menggunakan debu arang di landasan tempa. Proses ini penting sebab besi lunak tidak cukup keras sebelum karbon dari bubuk arang dimasukkan ke bagian luar bilah pedang.

Gladius dikenakan disebelah kanan prajurit dan sisi tangan kanan juga. Meskipun sepertinya sulit menghunuskan pedang yang yang diletakkan di sisi yang sama dengan tangan yang memegangnya, prajurit tersebut tidak menemui kesulitan karena panjang bilah Gladius yang pendek. Cara ini digunakan untuk mengurangi kemungkinan mencederai prajurit di sebelah prajurit lain.

Beberapa ahli dan penggemar senjata merujuk sarung gladius pada kata Latin vagina, yang secara harfiah berarti sarung pedang. Orang Romawi tidak menggunakan kata ini dalam arti sebagai anatomi tubuh, meski muncul sebagai lelucon oleh Plautus, Pseudolus 4.7.85: “Apakah pedang prajurit pas dengan sarung pedangmu?

4.Tombak

Tombak atau lembing adalah senjata yang banyak ditemukan di seluruh peradaban dunia, terutama karena kemudahan pembuatannya dan biaya pembuatannya yang murah. Tombak adalah senjata untuk berburu dan berperang, bagiannya terdiri dari tongkat sebagai pegangan dan mata atau kepala tombak yang tajam dan kadang diperkeras dengan bahan lain. Bersamaan dengan kapak tombak adalah perkakas pertama yang dibuat manusia dan sejalan dengan perkembangan peradaban mata tombak dan kapak yang semula berupa tulang atau batu yang dihaluskan diganti menjadi logam yang lebih kuat dan tahan lama.

Tombak dan pisau batu yang ditemukan di Taman Nasional Mesa Verde, Amerika Serikat.

Di Indonesia tombak menjadi senjata utama yang banyak digunakan oleh tentara-tentara tradisional nusantara. Ini terutama karena kelangkaan besi dan logam lainnya di Indonesia sehingga sulit untuk membuat pedang. Oleh karena itu senjata yang lebih umum digunakan di Indonesia atau bangsa-bangsa melayu dulu adalah senjata yang menggunakan lebih sedikit besi dibanding pedang yaitu kapak, parang atau golok, dan tombak. Di antara senjata-senjata tadi yang hanya tombak yang digunakan hanya sebagai senjata(termasuk sebagai senjata berburu).

Terdapat sejenis tombak tanpa mata yang sering digunakan oleh milisia di nusantara yaitu bambu runcing yang dibuat dari bambu yang diruncingkan tanpa perkuatan apapun di ujungnya. Untuk menghadapi tentara tradisonal nusantara dan tentara kolonial ini adalah senjata penusuk yang mematikan sebab mereka tidak dilengkapi dengan perlindungan baju zirah.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s